Roommate 207 [BxB]

Roommate 207 [BxB]

  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Okt 6, 2025
"Lo dingin banget, ya." "Lo bawel banget." "Ya terus gimana caranya kita bisa betah sekamar?" "...Jangan nyoba deketin gua." 👉 Sinopsis: Kael hanya bisa pasrah saat ayahnya ngide buat sekolahin dia di boarding school. Karena mereka sibuk kerja dan nggak bisa setiap waktu ngawasin Kael yang pecicilan itu. Kael cuma pengen roommate yang normal. Tapi Bara, dingin dan tertutup, seperti punya tembok tak terlihat di sekelilingnya. Namun ketika malam-malam panjang menghadirkan percakapan kecil yang tak terduga, Kael sadar... mungkin tembok itu bukan untuk menjauhkan, melainkan untuk menyembunyikan hatinya yang rapuh. Batas antara rahasia serta perasaan pun dapat mulai kabur sering berjalannya waktu. _________________________________________ Non-baku! BxB/Yaoi/Shonen-ai! Homophobic dni! Cover dari internet
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#130
fluffy
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan