Sebelum Semanggi Itu Menjadi Debu

Sebelum Semanggi Itu Menjadi Debu

  • WpView
    Leituras 35
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mar 21, 2026
Banyak orang percaya pada keberuntungan. Tetapi tidak ada yang bersedia membayar harganya. Klarisa Nathaniella--tumbuh di antara kekerasan, kehilangan, dan pilihan yang tidak pernah adil. Ketika hidup terus mendorongnya ke sudut yang sama, dia mulai bertanya-tanya, apakah diam itu cara untuk bertahan hidup, atau cara paling lambat untuk mati? "Apa perjuanganku sia-sia, ibu?" ia tersenyum pahit. Semakin tinggi ia mengejar harapan, semakin mahal pula harga yang harus ia bayar. Genre: Psychological, Drama, Slice Of Life TW: Domestic Violence, Bullying, Bad words Keseluruhan cerita hanyalah fiksi belaka, jangan menganggap terlalu serius. Tidak semua tindakan yang tertera patut dicontoh, kebijakan pembaca diperlukan. Happy Reading! Update setiap hari Jumat/Sabtu.
Todos os Direitos Reservados
#11
luck
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Say Your Wishlist || On Going
  • Misery
  • Tsundere Maniak Susu
  • Change The Protagonis Fate (END)
  • Puisi Alamku [Selesai]
  • De Andere Weg
  • 13 Reasons Why I Love You // Elounor ✔
  • Yogyakarta
  • Puisi
  • 23:07 | jaedy [oneshot]

#1 lifestyle #4 happiness #5 promise #9 sadness #10 hope "Untuk apa berharap, jika kematian akan aku hadapi?" - Aroha Sanjaya "Setidaknya berharap lah untuk tetap hidup dan bahagia bersamaku! Kelak aku akan menjadi daftar harapanmu, bagaimana?" - Radisha Yasora Bukankah manusia yang berkata "Aku tidak punya harapan." hanyalah omong kosong? Rasanya mustahil apabila di dunia ini terdapat manusia yang tidak memiliki sebuah harapan. Entah harapan itu dari dirinya sendiri atau dari orang lain, hakikat manusia hidup tentu saja untuk selalu berharap. Bahkan lancarnya napas mu sekarang adalah sebuah harapan yang didambakan oleh seseorang. Aroha Sanjaya. Dunia mengutuknya sebagai sebuah kegelapan. Maka, wajar saja jika ia tidak harap dilahirkan. Namun entah bagaimana, ia dipertemukan cahaya dari lilin yang menemani. Di mana api kecil itu telah menjadi lentera yang menerangi. Sehingga membuatnya merasa ingin hidup sekali lagi dengan harapan yang diberi. Di sinilah kisah tersebut terukir. Dari umpatan "Aku harus mati." lantas tergantikan dengan perasaan serakah atas oksigen yang dihirupnya setiap hari. Masih banyak hal indah di dunia yang menyeramkan ini. Semisalnya melakukan pertemuan kembali antara aku, kamu, dan harapan yang ingin aku sampaikan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo