Ketika Seseorang Memilih

Ketika Seseorang Memilih

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 8, 2025
Anza baru genap delapan tahun. Usia yang terlalu dini untuk menghadapi dunia yang kejam dan tak adil. Tetapi, apa boleh buat? Toh, semuanya sudah terjadi. Senyum dan tawanya sudah terlanjur terenggut. Namun, ada dua hal yang mampu membuat senyumannya kembali merekah. Pertama, kucing. Kedua, seorang pemuda dengan latar belakang misterius. Tidak ada yang istimewa dari pertemuan pertama Anza dengan pemuda itu. Tetapi, setiap kebersamaan yang mereka lalui selalu memiliki tempat tersendiri di hati kecilnya. Pemuda itu datang layaknya seorang kakak yang memperkenalkan banyak warna padanya, menjadi pelindung ketika dunia mencoba berbuat keji, hingga sosok yang selalu hadir saat ia terpuruk. Namun Anza lupa, masih ada pertanyaan besar yang belum terjawab, tentang siapa pemuda itu sebenarnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines