Hujan Menunggu Jawaban

Hujan Menunggu Jawaban

  • WpView
    Leituras 43,453
  • WpVote
    Votos 3,067
  • WpPart
    Capítulos 72
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jan 14, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Seorang pria berusia 35 tahun, jenuh dengan rutinitas kantornya yang monoton, menemukan pelarian dalam sebuah novel berjudul "Hujan yang Menunggu Jawaban". Setiap lembarnya membuatnya larut dalam kisah sendu yang penuh misteri dan penantian. Namun, takdir berkata lain. Saat berjalan di trotoar sambil membaca, ia lengah ketika hendak menyeberang jalan. Sebuah motor yang dikendarai remaja ugal-ugalan menabraknya, mengakhiri kesadarannya seketika. Ketika ia membuka mata kembali, dunia di sekitarnya telah berubah. Hujan turun tanpa henti, sama persis seperti dalam novel yang tadi ia baca. Ia bukan lagi pria kantoran berusia 35 tahun, melainkan seorang yang berusia 20 tahun di dalam cerita itu sendiri, dengan tubuh baru, masa muda yang berbeda, dan takdir yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Sosok barunya itu justru memegang kunci dari misteri "jawaban" yang terus menunggu. Kini ia harus menjalani hidup di dalam dunia novel, menghadapi konflik, rahasia, dan takdir yang tertulis... atau justru menulis ulang jawabannya sendiri.
Todos os Direitos Reservados
#50
bothership
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo