Story cover for Morgan & Bella : Deadly Devotion by brownieswithmilk
Morgan & Bella : Deadly Devotion
  • WpView
    LECTURI 47,383
  • WpVote
    Voturi 2,706
  • WpPart
    Capitole 43
  • WpView
    LECTURI 47,383
  • WpVote
    Voturi 2,706
  • WpPart
    Capitole 43
Complet, Prima publicare oct 04, 2025
Pentru adulți
"Gue cinta sama lo Bella." Batin Morgan yang menatap Bella dengan tatapan tajam dan dalam.

"Aku tuh capek Morgan, kamu selalu atur-atur aku, aku gak boleh dekat sama siapa aja! mau kamu apa sih Morgan." ucap Bella yang kesal dengan semua peraturan Morgan.

"Bell." ucap Morgan yang melangkah maju mendekati Bella, Bella yang melihat Morgan semakin dekat memundurkan dirinya hingga tersandar di tembok dengan tangan Morgan yang di sandarkan disana menyisakan sedikit ruang untuk mereka.

---

Kalau penasaran sama Morgan dan Bella yuk di baca ceritanyaa. aku usahakan upload setiap malam.
Toate drepturile rezervate
Înscrie-te pentru a adăuga Morgan & Bella : Deadly Devotion la biblioteca ta și primește actualizări
sau
Linii directoare referitoare la conținut
S-ar putea să-ți placă și
S-ar putea să-ți placă și
Slide 1 of 8
Lost in Reverie [Moqeel] cover
The Silent Duchess | MarkHyuck cover
Mencari Cinta Sejati (END) cover
Back To You cover
obsessed Morgan cover
Could you be a home for me? [TAMAT] cover
Moqeel 'shackled obsession' cover
President's Wife cover

Lost in Reverie [Moqeel]

40 capitole În curs de desfăşurare

Aqeela selalu percaya bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Tapi, bagaimana jika waktu justru membawanya kembali ke titik awal? Satu momen di hari itu membuat hidupnya berantakan. Ia merasakan penghianatan, kehilangan, dan luka. Namun, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan merenggut ingatannya, menghapus jejak masa lalu yang menyakitkan. Kini, ia hidup dalam dunia yang baru. Tenang, tanpa beban, tanpa kenangan yang menghantui. Tapi mengapa, ketika sosok itu muncul kembali dalam hidupnya, ada perasaan asing yang mengusik? Seolah ada sesuatu yang seharusnya ia ingat, tetapi tetap berada di luar jangkauannya. Mohan tidak pernah berpikir akan bertemu Aqeela lagi. Apalagi dalam keadaan seperti ini, saat gadis itu bahkan tak mengingat siapa dirinya. Haruskah ia bersyukur, atau justru merasa terhukum? Saat masa lalu dan masa kini mulai bertabrakan, Aqeela dihadapkan pada dua pilihan: tetap dalam ketidaktahuan atau mencari kebenaran yang mungkin akan kembali menyakitinya. Sementara Mohan... hanya bisa berharap bahwa kali ini, takdir berpihak pada mereka. Karena cinta yang pernah tersesat di masa lalu, mungkin masih mencari jalan untuk kembali.