Story cover for Morgan & Bella : Deadly Devotion by brownieswithmilk
Morgan & Bella : Deadly Devotion
  • WpView
    Reads 47,062
  • WpVote
    Votes 2,704
  • WpPart
    Parts 43
  • WpView
    Reads 47,062
  • WpVote
    Votes 2,704
  • WpPart
    Parts 43
Complete, First published Oct 04, 2025
Mature
"Gue cinta sama lo Bella." Batin Morgan yang menatap Bella dengan tatapan tajam dan dalam.

"Aku tuh capek Morgan, kamu selalu atur-atur aku, aku gak boleh dekat sama siapa aja! mau kamu apa sih Morgan." ucap Bella yang kesal dengan semua peraturan Morgan.

"Bell." ucap Morgan yang melangkah maju mendekati Bella, Bella yang melihat Morgan semakin dekat memundurkan dirinya hingga tersandar di tembok dengan tangan Morgan yang di sandarkan disana menyisakan sedikit ruang untuk mereka.

---

Kalau penasaran sama Morgan dan Bella yuk di baca ceritanyaa. aku usahakan upload setiap malam.
All Rights Reserved
Sign up to add Morgan & Bella : Deadly Devotion to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
President Wife cover
obsessed Morgan cover
The Silent Duchess | MarkHyuck cover
Moqeel 'shackled obsession' cover
Lost in Reverie [Moqeel] cover
Back To You cover
Mencari Cinta Sejati (END) cover
Could you be a home for me? [TAMAT] cover

President Wife

21 parts Ongoing

Dewandra sudah memikirkan secara Matang bahwa ia tidak akan menikah, 25 tahun ia mengabdikan dirinya menjadi seorang tentara yang setia dan melindungi negara tercinta. Hingga di umurnya yang ke 41 tahun ia di angkat menjadi seorang pemimpin dan menyandang RI 1, selama 2 tahun masa jabatannya setelah lengsernya sang ayah yang merupakan President ke 8, Dewandra tidak pernah memikirkan sekalipun tentang sebuah pernikahan dan kehidupan dengan seseorang. Namun ternyata takdir berkata lain, di tanggal 17 Agustus tahun 2025 di acara kemerdekaan RI matanya tak sengaja menatap seorang gadis berkebaya putih dengan kain batik berwarna merah, rambutnya di gerai indah dan senyum manis ramah yang menawan. Ia hanya menatapnya sekilas namun sampai sekarang wajah gadis itu tidak bisa hilang dari ingatannya. Dia Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti, Anak tunggal dari salah satu Mentri di kabinetnya.