We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Morgan & Bella : Deadly Devotion

Morgan & Bella : Deadly Devotion

  • WpView
    Reads 69,064
  • WpVote
    Votes 3,287
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Dec 28, 2025
WpInfo
Fanfic
"Gue cinta sama lo Bella." Batin Morgan yang menatap Bella dengan tatapan tajam dan dalam. "Aku tuh capek Morgan, kamu selalu atur-atur aku, aku gak boleh dekat sama siapa aja! mau kamu apa sih Morgan." ucap Bella yang kesal dengan semua peraturan Morgan. "Bell." ucap Morgan yang melangkah maju mendekati Bella, Bella yang melihat Morgan semakin dekat memundurkan dirinya hingga tersandar di tembok dengan tangan Morgan yang di sandarkan disana menyisakan sedikit ruang untuk mereka. --- Kalau penasaran sama Morgan dan Bella yuk di baca ceritanyaa. aku usahakan upload setiap malam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Complete] Fate in Chains
  • My husband and My ego
  • ANIMOSITY
  • GANESTAA
  • My Possessive Husband
  • IN LOVE WITH MY BROTHER'S BESTFRIEND
  • My Bad Boy Mohan : Trapped In Love(ON GOING)
  • Decision (Mohan & Aqeela)
  • Tamed By The Mafia
  • The Perfect Match

FATE IN CHAINS a Sequel of "Senja di Balik Hujan" Dua tahun berlalu sejak tragedi yang menjerat mereka, namun Alden dan Asyilla masih terperangkap dalam lingkaran yang sama-hubungan yang penuh gairah, ketergantungan, dan obsesi yang nyaris tak masuk akal. Alden, kini seorang mahasiswa teknik yang tampak tenang dan rasional, sebenarnya tak pernah benar-benar bisa melepaskan diri dari Asyilla. Setiap langkah gadis itu, setiap jejak keberadaannya, selalu dalam pantauannya. Ia bukan hanya mencintai Asyilla-ia membutuhkannya. Asyilla, siswi SMA tingkat akhir yang tampak rapuh di luar, justru menyimpan ketakutan yang berlawanan. Ia tahu bahwa Alden selalu ada di sekitarnya, selalu memperhatikannya dari bayang-bayang. Dan alih-alih menjauh, ia justru merasa tak bisa hidup tanpanya. Hubungan mereka bagaikan tarian yang penuh gairah sekaligus berbahaya-terlalu dekat bisa menghancurkan, tetapi menjauh hanya akan membuat mereka semakin haus satu sama lain. Alden tak bisa menerima dunia di mana Asyilla bukan miliknya, sementara Asyilla tak bisa membayangkan hidup tanpa Alden yang terus memburu dan memilikinya. Mereka saling melahap, saling mencabik, saling menghancurkan, tetapi tak satu pun yang mau melepaskan. Ketika batas antara cinta dan obsesi semakin kabur, mereka harus menghadapi kenyataan: Apakah ini cinta, atau hanya permainan bertahan hidup yang brutal? - "Cila... There's no way out for us. Even if you want to run, you can't." - Raja Alden Rylan "My eyes are all around you, Alden. Jangan coba macem-macem. You're mine forever." - Asyilla Qeenar

More details
WpActionLinkContent Guidelines