AVARNA: JEJAK YANG HILANG

AVARNA: JEJAK YANG HILANG

  • WpView
    Reads 2,237
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 17, 2026
Grizelle Ayudia. Gadis itu seperti Avarna-tak berwarna, hidup di ambang batas antara hangat dan dingin, dekat namun tak tersentuh. *** Grizelle menjeda sejenak, suaranya mendingin. "Gue nggak bisa balas budi kalau itu melibatkan perasaan. Gue bukan orang yang bisa terikat, dan gue nggak mau lo berharap lebih dari sekadar ini." Namun, rasa ingin melindunginya jauh lebih besar daripada ketakutannya akan luka di masa depan. "Iya, Grizelle," dusta Arba, suaranya sedikit serak. Ia memaksakan sebuah senyum tipis, seolah menyetujui kontrak yang tidak adil itu. "Asalkan aku bisa jadi temen yang bikin kamu nggak perlu merasa takut dan waspada lagi, itu udah cukup." Saat jejak yang hilang mulai terungkap, apakah pengorbanan Arba mampu meluluhkan hati Grizelle yang membeku? Ataukah Arba hanya akan menjadi korban pertama dari rencana besar sang Avarna?
All Rights Reserved
#902
konglomerat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines