Seduce Me, Slowly!

Seduce Me, Slowly!

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 4, 2025
Abimanyu Mahares Wiraatmadja adalah pria sempurna di mata banyak orang-tampan, berkuasa, dan sudah bertunangan dengan perempuan yang tepat. Namun di balik cincin yang melingkar di jari tunangannya, ada satu rahasia kelam: Nadia Sedayu Rahadirja. Nadia, perempuan yang sejak lama mencintai Abimanyu, rela menanggalkan prinsip hidupnya demi berada di sisinya. Menjadi simpanan. Menjadi pelarian. Menjadi bayangan yang hanya dipeluk ketika malam tiba. Ia mengira, sekali saja melanggar batas takkan menghancurkannya. Ia pikir, cinta mampu menutupi aib dan luka. Namun semakin jauh ia tenggelam, semakin jelas kebenaran menghantam: Abimanyu takkan pernah benar-benar memilihnya. Antara gairah yang membutakan dan cinta yang mengikat, Nadia harus menentukan-tetap berada dalam pelukan yang tak pantas, atau pergi dengan hati yang hancur. Karena mencintai Abimanyu berarti kehilangan dirinya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines