AZKALA [ON GOING]

AZKALA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ini cerita pertama aku, so maaf kalo ada yang typo! Selamat membaca! -o0o- [ON GOING] Azka itu cinta sama Lala, dan Lala juga cinta Azka! Azka Vaughanrae cowok tengil dengan sejuta ketampanannya, selain hobi bermain basket Azka juga hobi menjahili Lala- gadisnya, Azka kerap kali menjahili Lala sampai Lala menangis, alasan Azka suka menjahili Lala karena gadis itu sangat cengeng, apalagi melihat wajahnya yang merah karena menangis itu membuat Azka ingin terus menjahili Lala. Lala itu manja, dan Azka yang tengil! Lala itu cengeng, dan Azka suka jahil! Lala itu dramatis, dan Azka lebih dari dramatis "Azka, Lala boleh nggak tidur di paha Azka?" "Ga boleh!" "Loh kenapa Azka?" "Ya boleh lah! Pake nanya!" - "Huaaaa Lala mau es krim Azka!" "Beli sendiri, punya kaki kan?" "Azka kok jahat?!" "Emang" jawabnya santai - "Azka jahat! Kalau Lala di culik om om preman gimana?! Terus terus om om nya jual Lala gimana huh?!" "Kabulkan lah ucapan Lala yang tadi Tuhan" ucapnya dengan kedua telapak tangan bersatu menengadah seolah olah sedang berdoa "IHH AZKA KOK GITU?!" 🚫 Don't copy my story 🙅🏻‍♀️
All Rights Reserved
#926
cemara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines