Annecy | Between Memories

Annecy | Between Memories

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 21, 2025
Leya datang ke Annecy dengan satu tujuan: melupakan segalanya tentang Bandung - tentang orang yang memberinya luka, lalu pergi tanpa penjelasan. Ia pikir pindah ke kota kecil di tepi danau Prancis akan membuat semuanya lebih mudah. Tapi ternyata, luka tak bisa diatur sesederhana mengganti peta. Di Annecy, hidupnya justru berubah pelan-pelan. Bukan karena tempatnya yang indah, tapi karena seseorang yang hadir tanpa membawa janji - tenang, sabar, dan tidak pernah memaksa. Bersama dia, Leya belajar bahwa tidak semua cinta harus terburu-buru, dan tidak semua luka harus disembuhkan. Beberapa cukup diterima... agar akhirnya bisa memberi ruang untuk sesuatu yang baru. Kadang, yang paling sulit bukan melupakan masa lalu - tapi berani membuka hati lagi di tempat yang sama sekali asing. ******* 𝓐𝓷𝓷𝓮𝓬𝔂
All Rights Reserved
#194
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines