









Tujuh tahun menikah tanpa kehadiran seorang anak, ia memilih bertahan dengan doa dan kesabaran. Hingga suatu hari, ia mengetahui kebenaran yang tidak pernah ia bayangkan: suaminya menikah siri dan memiliki anak dari perempuan lain- anak itu kini berusia lima tahun. Ia tidak marah. Tidak berteriak. Tidak pergi. Namun sejak saat itu, ia belajar bahwa kesabaran tanpa batas perlahan menghilangkan dirinya sendiri. Novel ini bukan tentang perselingkuhan, melainkan tentang luka seorang istri yang tetap beriman di tengah kekecewaan, dan keberanian untuk menjaga diri tanpa kehilangan nilai-nilai yang ia pegang. Jika kamu pernah merasa kuat sendirian, cerita ini mungkin akan terasa dekat.
More details