Datang Tanpa Janji

Datang Tanpa Janji

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 9, 2025
Ayra ketemu Farrel pertama kali pas dia masih SMP. Pertemuan yang nggak penting-penting amat-cuma kenalan biasa, sambil Ayra malu-malu karena lututnya lecet habis jatuh di jalan pulang mengaji. Farrel cuma tamu. Teman kakak iparnya. Datang sebentar, ngobrol sopan, terus pulang. Ayra nggak mikir apa-apa waktu itu. Ya... kenal, udah. Tapi anehnya, nama itu tetap inget. Dan Farrel pergi tanpa janji buat balik. Tahun berlalu. Ayra tumbuh. Sibuk dengan sekolah, hidup, dan hal-hal yang harus dia hadapi sendiri. Sampai suatu hari... Farrel muncul lagi. Bukan sebagai "teman kakak ipar" lagi. Tapi sebagai seseorang yang tiba-tiba terasa... dekat. Bukan karena kata-kata manis. Bukan karena rayuan. Tapi karena cara dia hadir-pelan, sopan, hangat... seperti dulu. Mereka nggak pernah janjian buat ketemu lagi. Tapi kalau memang sudah waktunya... ketemu itu bakal kejadian sendiri. Tanpa rencana. Tanpa kepastian. Tapi terasa benar. _________________________________________ #CeritaPendek #CeritaCinta #NovelOnline #WattpadIndonesia #CeritaRemajaIndonesia #FiksiRemaja #RomansaManis #TidakTergesa ⛔JANGAN LUPA VOTE ⛔
All Rights Reserved
#58
softromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines