Boss In Bloom [BS3]

Boss In Bloom [BS3]

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 19, 2025
✿✿✿ "Boleh saya kirim laporan perasaan via email, Pak?" Di kantor Blooméra, tempat setiap bunga dirangkai dengan cinta (dan sedikit stres), cinta justru tumbuh paling liar di meja kerja sang sekretaris. Ia sudah satu tahun lebih mengabdi di bawah kepemimpinan bos paling absurd- pria karismatik yang bisa ngomong tentang bunga, kopi, dan eksistensi hidup dalam satu kalimat yang gak nyambung. "Kita ini bukan perusahaan bunga, kita ini perusahaan harapan. Beda tipis, sama-sama layu kalau gak dirawat." Semua orang di Blooméra tahu kalau bos dan sekretarisnya udah mulai bercanda, rapat bakal molor. Tapi gak ada yang tahu, di balik tawa dan jokes receh itu, si sekretaris menyimpan perasaan yang bahkan dia sendiri udah lupa gimana mulainya. Antara laporan keuangan dan laporan perasaan, siapa yang lebih dulu dia submit? ✿✿✿
All Rights Reserved
#418
cegil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTROVERT ITU PACARKU  [Seni Memahami Caka] || [TAMAT]
  • Boys In The Kost
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem
  • Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG
  • Yang Mereka Panggil Si Cuek
  • KELUARGA ATMODJO

Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines