The Red Rose

The Red Rose

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 5, 2025
Warning ⚠️ konten ini mengandung kekerasan, bullying hingga trigger, harap bijak dalam memilih konten. Kebaikan dan empati gadis kecil bernama Elena Anindita, berakhir di manfaatkan oleh seorang pemuda arogan yang tak berperasaan. Sialnya, bukan benci. Elena justru jatuh cinta sama pria yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Pria dingin itu selalu punya cara untuk membuatnya dapat bernapas, seperti rumah yang hangat, tetapi banyak duri di dalamnya. "Lepasin gue." Teriak Elena saat lengannya di tarik paksa. "Diam!" Bentaknya dingin. "Ini hukuman buat lo karena selalu melawan." "Liam itu cuma makanan, gue juga ngasih itu gak ada maksud apa-apa selain karena terima kasih karena dia sudah bantuin gue " Jelas Elena. Liam mendorong tubuh Elena hingga punggungnya terbentur dinding. "Itu masalahnya..." netra Liam mendadak gelap. "Lo tahu gue gak suka lo kasih apa pun sama cowok lain, lo masih aja ngelakuin." Elena mendongak netranya penuh tantangan, "Apa urusan lo, kita bukan siapa-siapa, itu hak gue kasih apa pun." Sudut bibit Liam terangkat sedikit, ia memiringkan kepala sebelum mendorong kedepan tengkuk Elena, membuat bibir mungil gadis itu mengenai leher jenjang Liam. "Gigit leher gue sekarang." Nada itu rendah tapi mencekam. Tubuh Elena menegang, dadanya naik turun, rasa takut marah menyerap dalam dirinya. "Gigit Elena." Suara Liam turun satu oktaf. Elena mencoba mendorong dada Liam, tetapi cengkeraman pria dingin di tengkuknya terlalu kuat. "Jadi lo lebih milih gue yang lakuin di leher lo." Sial! Ancaman itu akan benar-benar Liam lakukan jika dia tak menurut, dengan tangan yang mengerat di roknya sendiri, Elena membuka bibir lalu menggigit leher Liam, membuat Liam menahan napas sembari mengigit bibir bawahnya. "Lo liat tanda ini. Ini tanda lo milik gue sekarang." Elena akhirnya mendorong dada Liam saat cengkraman itu mengedur. Dengan isak dan suara pecah ia bergumam. "Gue benci lo Liam." Tapi, apa alasan Liam lakukkan semua itu?
All Rights Reserved
#136
softgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines