Hujan, momen sakral yang dinanti-nanti jiwa manusia yang kehilangan tujuan, warna dan arti kehidupan. Momen yang terasa tenang dan damai.
Bunyi yang menenangkan, seakan menghipnotis penulis akan makna kehidupan yang sebentar. Tetesan yang jatuh dari dedaunan seakan berbisik, "Cepat menunduk, tangahmu kan menjerumuskan mu di hadapan Sang Pencipta Segala Makhluk...".
Dalam buku ini, izinkan penulis menuangkan segala hal yang ada dalam pikirannya tentang hujan. Mari merenung bersama, entah sejalur atau tidak, tujuan kita pasti sama, kembali menyatu menjadi bumi, yang entah kapan kan terjadi.
All Rights Reserved