Black Promise

Black Promise

  • WpView
    Reads 2,142
  • WpVote
    Votes 125
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Action and Thriller
The battle's about to begin. But this time, it isn't just inside the ring. Samuel Vito Caruso dibesarkan oleh pertarungan melawan rasa sakit, perintah, dan melawan apa pun yang berani mendekat terlalu jauh. Sebagai seorang tangan kanan, hidupnya selalu dipenuhi oleh darah dan pengkhianatan. Dua hal itu yang membentuknya menjadi seseorang yang buta akan cinta. Sampai ia menemukan Aria si "boneka" keluarga kaya yang kabur dalam kondisi porak-poranda, terluka, dan nyaris kehilangan nyawa itu masuk ke hidupnya. Kehadirannya meretakkan dunia yang selama ini Samuel bangun dengan kuat dan wanita itu berani mengusik keyakinan yang selama ini ia pegang teguh dengan susah payah. Membawa Aria ke apartemennya adalah kesalahan besar. Sebab di sana, sebuah sumpah berdarah justru terucap: Samuel menjanjikan kepala orang-orang yang telah menyakiti Aria. Now, Samuel faces a battle he can't win with his fists because this time, the fight isn't about survival. It's about surrender.
All Rights Reserved
#764
obsessed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • Under The Authority Of Senopati
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Night Calls
  • The Haywire
  • Mas Bupati
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • La Señora
  • Isabelle (Valerina #2)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines