Ayo, Pacaran!

Ayo, Pacaran!

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 6, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
‎"Ayo, Pacaran!" ‎ ‎"Uji Coba 90 hari, biar lo paham bahwa gua gak main-main. Jika dalam 90 hari itu gua sekali aja nyakitin lo, maka lo berhak untuk gak mengenal gua. Tapi, kalo dalam 90 hari gua bisa bikin lo nyaman, bisa bikin lo ngerasa bahwa dunia ini sedang baik-baik, lo harus terima ajakan serius gua. Dan gua harap saat itu datang lo jawab yes." ‎ ‎**** ‎ ‎Nathan dan Hazel di pertemukan di sebuah kedai mie ayam, meski mereka satu sekolah Hazel tidak pernah tau akan sosok Nathan. Dan Nathan sangat mengenal sosok Hazel. ‎ ‎Sosok Hazel yang katanya "sempurna", menurut Nathan manusia tidak ada yang sempurna. Itu dulu sebelum mengenal Hazel. ‎ ‎Rupanya gadis itu memang sempurna dari segimanapun, Nathan mengakuinya. ‎ ‎
All Rights Reserved
#883
selingkuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines