Meine Rose

Meine Rose

  • WpView
    Membaca 1,242
  • WpVote
    Vote 118
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 9, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
"𝘈𝘮𝘰𝘳... 𝘔𝘺 𝘙𝘰𝘴𝘦..." Suara itu lagi. Semenjak kejadian malam di Gang sempit, bisikan aneh terus menghujani ayasa tanpa lelah. Hidup Ayasa selama ini biasa saja. Tidak ada kisah romantis, tidak ada laki-laki spesial. Hatinya seperti terkunci rapat dari pria diluaran sana, meski banyak sekali yang mencoba mendekat. Ia tahu dirinya cantik-itu fakta yang tak dapat dibantah, bukan sombong. Tapi semuanya berubah. Saat kepalanya mengadah, pandangannya berhenti. Di balkon rumah bertingkat itu, seorang pria berkulit putih pucat berdiri tegak, jemarinya lincah menggerakkan kuas di atas kanvas. Rambutnya terbang mengikuti angin, dan matanya memantulkan cahaya senja. Ayesa terdiam selama beberapa detik, Hatinya yang semula terkunci rapat seolah di dobrak dengan kencang. Perasaan aneh menyusup ke relung hatinya. Jantungnya berdebar dengan kencang. Apakah ini cinta pada pandangan pertama? Mulai hari itu ayasa berjanji! pria itu harus menjadi miliknya. --- Tanpa ayasa tau. Ia sudah membuka pintu yang salah. Pintu yang akan mengulang kembali cerita yang lampau. "Kau tidak merindukan kekasihmu ini Rose-ku? " ◦•●◉✿ ✿◉●•◦ Haloooo maaf kalau cerita nya masih kaku karena ini first story. Langsung baca ajaaa kalau nyaman pasti lanjutt Cover by pinterest
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#45
rasa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan