Dibalik Cahaya Yang Tak Pernah Sama || Chuchuz

Dibalik Cahaya Yang Tak Pernah Sama || Chuchuz

  • WpView
    Reads 700
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka berasal dari dua dunia yang tak pernah seharusnya bersinggungan. Samuel, hidup dalam kemewahan, dikelilingi cinta, dan masa depan yang seolah sudah digariskan dengan rapi. Arzhel, hidup dalam kekurangan, membawa luka masa lalu yang terlalu berat untuk diucapkan, dan trauma yang membuatnya belajar diam daripada berharap. Sebuah pertemuan tak sengaja mempertemukan mereka. Bukan untuk menyelamatkan. Bukan juga untuk menyembuhkan dengan mudah. Tapi untuk membuktikan bahwa tidak semua luka bisa dilihat, dan tidak semua cinta datang tanpa rasa takut. Ini bukan cerita tentang cinta yang manis. Ini tentang dua jiwa yang sama-sama retak, mencoba berdiri di dunia yang tidak adil. Cerita ini murni karangan sendiri tidak ada unsur plagiat di larang plagiat!!!!!
All Rights Reserved
#23
chuchuz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines