HOLLOW ; VALVORIA CITY [ on going ]

HOLLOW ; VALVORIA CITY [ on going ]

  • WpView
    Reads 299
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2026
Valvoria City tidak pernah tidur. Lampu neonnya menutupi bau mesiu dan darah yang membusuk di setiap jalan. Di kota ini, kekuasaan bukan milik hukum, tapi milik mereka yang berani menembak lebih dulu. Di antara lima keluarga kriminal yang menguasai Valvoria, Keluarga Hollow adalah yang paling berbahaya-dan paling ditakuti. Leonard Hollow, kepala keluarga yang memimpin dengan tangan besi, menjaga kejayaan mereka dengan cara apa pun, termasuk menyingkirkan darah dagingnya sendiri. Bertahun-tahun lalu, ia membuang salah satu dari tiga anaknya demi melindungi nama besar keluarga. Kini, anak-anak Leonard tumbuh di bawah bayangan kekuasaan dan dosa yang sama. Geezaya, si sulung, menjadi otak keluarga yang dingin dan penuh perhitungan. Sementara Gerinka, saudara kembar Gezaya yang dibuang sejak kecil, tumbuh di jalanan dan dikenal sebagai fixer bayaran bernama Rin-seorang penyintas yang tidak tahu asal-usulnya. Takdir mempertemukan mereka kembali dalam sebuah misi yang berujung bencana. Tanpa sadar, Geezaya dan Gerinka berhadapan sebagai musuh, padahal darah yang sama mengalir di tubuh mereka. Dari pertemuan itu, rahasia keluarga Hollow perlahan terkuak. Gezaya mulai meragukan keputusan ayahnya, Zechka kehilangan arah di antara kesetiaan dan kebenaran, sementara Gerinka harus memilih antara dendam atau perlindungan. Perang antar geng makin panas. Pengkhianatan muncul dari segala sisi. Dan di tengah kekacauan, satu pertanyaan menggantung di udara- apakah keluarga ini masih bisa diselamatkan, atau mereka hanya akan saling menghancurkan demi bertahan hidup? Karena di Valvoria, keluarga bukan soal darah. Tapi tentang siapa yang tetap berdiri di sisimu ketika peluru terakhir ditembakkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Wrong Prince
  • AGE GAP (ON GOING)
  • My Pervert Girlfriend
  • BEHIND the SPOTLIGHT: The Ice Prince's Obsession
  • Why Not? [✓]
  • First Love
  • Kebelet Nikah[✓]
  • MISTAKE [Tahap Revisi]
  • BEAT BETWEEN US [END]
  • My Secret eX Boyfriend

Bagi Lami, nama "Pangeran" adalah sebuah legenda yang sering ia dengar di sela-sela gosip kantin. Katanya, ada anak kelas sepuluh yang ketampanannya luar biasa. Lami yang belum pernah melihat wajahnya pun mulai berasumsi. Di kepalanya, sosok bernama Pangeran tentulah seseorang dengan wajah teduh, rapi, dan berperilaku santun. Itulah alasan kenapa Lami menjatuhkan pilihannya pada Ryan. Baginya, Ryan adalah manifestasi paling nyata dari nama "Pangeran". ​Sore itu, dengan keberanian yang ia kumpulkan, Lami mencegat langkah Ryan di koridor yang mulai sepi. Sambil menahan napas, ia berseru dengan penuh keyakinan. ​"Pangeran!" ​Namun, cowok yang ia panggil tetap melangkah lurus tanpa menoleh sedikit pun. Ryan tentu tidak merasa terpanggil karena itu memang bukan namanya. Di tengah kebingungan karena diabaikan, Lami justru mendapati seseorang yang sedang bersandar di pilar perlahan mengubah posisinya. ​Seorang cowok dengan seragam yang berantakan, pemilik asli nama Pangeran-menoleh ke arahnya. ​Itu adalah kali pertama Lami melihat wajah Pangeran yang asli. Sosok di depannya ini sama sekali tidak teduh. Ia punya aura tajam yang liar dan tatapan intimidasi yang sanggup membuat siapa pun merinding. Namun, Lami tidak bisa berbohong; visual Pangeran yang asli justru menghantamnya jauh lebih telak daripada dugaannya selama ini. ​Lami terpaku. Otaknya mendadak macet saat menyadari dua hal... ia selama ini memuja orang yang salah, dan pemilik nama Pangeran yang asli ternyata jauh lebih memukau dengan cara yang berbahaya. ​"Manggil gue?" tanya Pangeran pelan, suaranya berat dan penuh selidik. ​Kaget karena salah orang, malu karena ketahuan, sekaligus terpesona pada pertemuan pertama itu membuat Lami kehilangan fungsi logikanya. Tanpa sepatah kata pun, ia berbalik arah dan lari secepat mungkin, meninggalkan Pangeran yang hanya bisa menatap punggungnya dengan bingung.

More details
WpActionLinkContent Guidelines