LUKA
  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 12, 2025
Hidup memberi Aryo Pradipta terlalu banyak luka-ayah yang Skeptis, ibu yang Keras, cinta yang terenggut sebelum sempat dijaga. Ketika akhirnya ia menyerah pada hidupnya sendiri, Tuhan justru memberinya satu kesempatan lagi. Namun kesempatan itu bukan hadiah, melainkan ujian. Dalam setiap langkah untuk memperbaiki masa lalu, Aryo harus memperbaiki apa yang dulu telah rusak. Ayahnya tetap di rumah. Ibunya mulai memaafkan. Tapi seseorang yang seharusnya lahir... tak pernah ada. Atau mungkin menjadi berganti. Setiap keputusan yang ia ubah mengguncang garis waktu, menukar kebahagiaan satu dengan kehilangan yang lain. Di tengah penyesalan dan cinta yang tak sempat terselamatkan, Aryo menyadari sesuatu yang lebih dalam dari sekadar hidup kedua: Bahwa untuk benar-benar hidup, seseorang harus berdamai lebih dulu- bukan dengan dunia, tapi dengan dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#182
ayu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • I'm the male lead's wife?
  • Stand by Me
  • Hello Mr. Komrad
  • A dan Z
  • Kembang Desa
  • NANGGALA
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines