Mahkota Jatuh

Mahkota Jatuh

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2026
Alvero adalah seorang pangeran yang sangat terkenal akan kehebatannya berpedang, namun... Keluarga nya malah membuang dirinya, seakan ia bagaikan sampah tak berguna, ia selalu di abaikan seperti dirinya adalah angin yang hanya lewat, berbanding Terbalik dengan sang adiknya yang selalu di jaga layaknya permata berharga Muak akan ketidak adilan ia memutuskan pergi dan mengukir jalannya sendiri. namun dendam selalu terukir di hatinya dan rindu akan kehangatan dari seorang prajurit yang slalu menjaganya kian menguat sampai... Suatu saat ia kembali ke kerajaannya lagi, bukan untuk nostalgia, bukan untuk berperang, bukan untuk mencari kehangatan, tapi untuk membuktikan bahwa ia lebih kuat dari orang lain
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • SWITCH
  • Force to Marry the Devil
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • Help, I'm a Zombie!
  • Putri Mafia Yang Diremehkan
  • The Character Who Was Meant to Die
  • Sebiru Langit
  • Heir Without Blood
  • NEALINE : Blood and Ice Cream

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines