Suara Yang Tak Pernah Padam

Suara Yang Tak Pernah Padam

  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Okt 7, 2025
Ada masa dalam hidup di mana dunia terasa terlalu bising. Bukan karena suara kendaraan atau orang-orang yang berteriak, tapi karena pikiran sendiri yang tak mau diam. Ia menjalani hari-harinya dengan wajah tenang, menjadi teman yang baik, mahasiswa yang patuh, dan anak yang tidak pernah meminta lebih dari seharusnya. Namun di balik semua itu, ada lelah yang tak pernah benar-benar ia ceritakan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#231
pertemuan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • Mission
  • Chana's Transmigrasi
  • Change The Plot (Niel)
  • REGAN's Crazy Wife
  • One Shoot my baby KIM SUNOO🔞!
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan