Letters in the Sand

Letters in the Sand

  • WpView
    Leituras 76
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 12, 2026
Sebuah pertemuan sederhana di toko bunga-yang seharusnya tak berarti apa-apa, justru menjadi awal dari sesuatu yang perlahan menetap. Alunea tidak pernah menyangka, buket yang tak jadi sampai pada tujuannya... justru membawanya pada seseorang yang datang tanpa rencana. Shandy Darendra. Mereka bertemu lagi secara tak sengaja. Di antara rak-rak buku tua dan aroma kertas yang menguning, percakapan kecil berubah menjadi kebiasaan. Kebiasaan berubah menjadi kedekatan. Namun, tidak semua yang terasa dekat benar-benar saling mengenal. Saat perasaan mulai menemukan bentuknya, Alunea menyadari satu hal. Shandy belum benar-benar selesai dengan masa lalunya. Dan ketika masa lalu itu kembali, membawa kemungkinan yang belum pernah benar-benar hilang... Alunea harus memilih: bertahan dalam cinta yang tak utuh, atau melepaskan seseorang yang bahkan belum sempat ia miliki sepenuhnya. Di tepi senja, di antara suara ombak yang datang dan pergi, sebuah perasaan dituliskan- hanya untuk kemudian dihapus oleh laut. ༝ ˚ 。⋆ 𓇼 ⋆。 ˚ ༝ "Ombak datang membawa kenangan, dan pasir menyimpannya... sampai akhirnya terhapus lagi. "
Todos os Direitos Reservados
#3
stoppembajakan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • NINGRUM
  • Almost Married (On Going)
  • Define the Relationship
  • EKSKALASI
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo