Home Sick Home || Selesai Di Karyakarsa

Home Sick Home || Selesai Di Karyakarsa

  • WpView
    Membaca 3,847
  • WpVote
    Vote 172
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 14, 2025
Kehidupan keluarga Maheswara yang semula tampak sempurna, mulai retak saat sang ayah membawa pulang seorang anak dari pernikahan sirinya di masa lalu. Kavi yang baru saja ditinggal Bunda terpaksa ikut Ayah dengan sedikit harap bisa diterima di rumah baru. Semua orang dibuat terkejut dan meradang karenanya. Meskipun kecewa, perlahan ... keluarga Maheswara dengan lapang berusaha menerima. Sayang, tidak demikian dengan Oma. Bagi Oma, Kavi tak lebih dari noda yang harus ditiadakan. Ancaman, siksa, juga hinaan tanpa dasar terus dilontarkan. Lantas sanggupkah Kavi bertahan dengan ragam penderitaan? Atau memilih pulih dengan meninggalkan satu-satunya tempat bertaruh harap?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#589
sicklit
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan