Di Balik Kaca Minimarket

Di Balik Kaca Minimarket

  • WpView
    Reads 798
  • WpVote
    Votes 518
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Roman, seorang pemuda lulusan manajemen bisnis yang di tengah waktu senggangnya sering mendapat tugas untuk mengantar ibundanya berbelanja ke salah satu minimarket yang tidak jauh dari kediamannya. Tanpa ia sadari, berawal dari ucapan sang Ibu pula, kegiatan yang terkadang membuatnya malas justru berbalik menjadi hal yang menyenangkan. Hingga membuatnya semakin tertarik dengan segala aktivitas yang terjadi di minimarket tersebut. Apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah itu hanya kesenangan semata? Ataukah telah ada sesuatu yang menggugah hatinya?? Rank : #1 Frasa 02.11.25 #2 Cita 24.10.25 #1 Poetry 27.10.25 #2 Poem 26.10.25 #2 Mahkota 02.11.25 #2 Minimarket 08.11.25
All Rights Reserved
#27
frasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines