Eldoria Chronicles [ON GOING]

Eldoria Chronicles [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 508
  • WpVote
    Votos 222
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 23, 2026
WpInfo
Ficción
Fantasía
Fantasía Oscura
Reinos Mágicos
Histórica
"Cahaya belum tentu petunjuk yang benar, tapi kegelapan belum tentu petunjuk yang menyesatkan." Di negeri Eldoria yang indah dan makmur, tujuh kristal legendaris lahir, menyimpan sebuah kekuatan tak terhingga. Namun, ketika para penjaga yang tersegel di dalamnya bangkit, kehancuran melanda dalam sekejap mata. Kerajaan runtuh dan kristal induk-jantung kehidupan Eldoria hancur berkeping-keping. Berabad-abad berlalu, tujuh pemuda terpilih tanpa mengetahui takdir besar mereka. Setiap langkah, mereka membuka misteri leluhur dan rahasia di balik kehancuran Eldoria. Ketika teror sihir gelap mengguncang Eldoria setelah kehancuran besar itu, apakah mereka bisa mencari tahu siapa dalang dibalik semua itu? ataukah mereka hanyalah sebuah bidak dalam permainan gelap yang jauh lebih besar? Ingat, tidak semua legenda tercipta untuk menjadi penyelamat dan tidak semua kisah berakhir dengan kemenangan. Terkadang, sejarah ditulis oleh mereka yang menang dalam medan pertarungan.
Todos los derechos reservados
#150
spiritual
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Unwritten Lady
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Distopia in the Moonlight (TAMAT)
  • A Family of Villains
  • The Doctor Beyond the Kingdom
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • The Mad Marchioness of Obsidia

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido