PELUK DIRIKU

PELUK DIRIKU

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Oct 17, 2025
Seorang perempuan yang hanya ingin hidup tenang tapi apalah daya takdir penentu tak dapat dirubah kesialan hidup selalu membuntutinya sampai dititik dia menyerah. Apakah Dasha akan bertahan atau akan menyerah pada tadir?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝑫𝒂𝒓𝒂'𝒔 𝑳𝒐𝒗𝒆 𝑺𝒕𝒐𝒓𝒚
  • CRACKS OF DESTINY  [ 𝐒𝐄𝐋𝐄𝐒𝐀𝐈 ]
  • Time Being
  • [ETERNITY : Die With a Smile] (On Going)
  • ABC 5 Dasar dan Kisahnya
  • K-POP SONGS LYRICS 2 ✓
  • 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐂𝐫𝐲, 𝐑𝐚𝐝𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚!
  • Still with you, Bro!  [2]  SELESAI
  • 𝐟𝐚𝐭𝐚𝐥 𝐭𝐫𝐨𝐮𝐛𝐥𝐞🦉 ||EN-
  • 𝐒𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐫𝐮 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐤 𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚  ✓

Di tengah kota Bandung yang mulai bergejolak akibat gelombang demonstrasi dan konflik sosial, rumah sakit menjadi garis depan yang tak pernah disebut dalam berita. Dara, dokter IGD yang keras kepala dan penuh empati, harus berjuang menyelamatkan pasien tanpa peduli siapa mereka-demonstran, aparat, atau korban yang tak bersalah. Baginya, semua nyawa sama pentingnya. Namun segalanya berubah saat ia dipaksa bekerja bersama Al, dokter bedah yang dingin, penuh kendali, dan selalu berpegang pada logika. Di balik sikapnya yang kaku, tersimpan identitas besar yang membuat Dara semakin terkejut-dan tanpa sadar, semakin terikat dalam dunia yang jauh lebih rumit dari sekadar ruang operasi. Ketika korban luka terus berdatangan akibat bentrokan, keputusan medis berubah menjadi pertaruhan moral. Menyelamatkan satu nyawa bisa berarti melawan aturan. Mengikuti prosedur bisa berarti kehilangan waktu... dan nyawa. Di tengah kekacauan, tekanan keluarga, dan rahasia yang perlahan terungkap-Dara harus memilih: tetap menjadi dirinya yang keras kepala, atau berubah demi bertahan di dunia yang tidak lagi hitam putih. Ini bukan hanya tentang rumah sakit. Ini tentang kemanusiaan... di tengah kekacauan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines