Collision Course

Collision Course

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di kantor, mereka adalah rekan kerja paling kompeten-tapi juga musuh bebuyutan yang tak pernah sependapat. Ayina Warsita: perfeksionis, pemarah, tapi jenius dalam tiap detail proyek. Brianaka Atmaja: tengil, jenius, dan selalu bisa membuat Yina kesal setengah mati. Jika disatukan, mereka bisa kompak menyelesaikan proyek besar dan membuat tim Dumne terpukau. Namun, jika dipisahkan mereka bisa saling menjatuhkan dengan ejekan tajam dan perdebatan sengit. Tapi siapa sangka, di balik pertengkaran dan kejahilan itu, tersimpan masa lalu yang belum pernah terungkap-sebuah rahasia yang bisa mengubah cara mereka memandang satu sama lain. Di sebuah kantor penuh deadline di Jakarta, perjalanan Yina dan Brian adalah kisah Tom & Jerry versi dunia kerja. Penuh drama, tawa, dan chemistry yang sulit diabaikan. Apakah mereka akan terus bermain di zona aman perseteruan, atau akhirnya berani menghadapi masa lalu yang sebenarnya? Tom & Jerry, tapi versi siap untuk membuatmu tertawa, gemas, dan penasaran sampai akhir.
All Rights Reserved
#13
kantoran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines