Cinta pertama tidak selalu tentang memiliki, kadang hanya tentang mengenang...
Kirana dan Farel dua nama yang pernah tumbuh bersama sejak duduk di bangku SD. Dari sekadar teman sekelas, menjadi teman latihan drum band, hingga akhirnya saling jatuh cinta dengan cara paling polos: surat-surat kecil dan gelang sederhana sebagai tanda kasih.
Waktu berlalu, mereka kembali dipertemukan di bangku SMP. Hari-hari terasa indah; pulang sekolah berjalan berdua, saling menunggu di halte, dan berbagi tawa yang sederhana tapi hangat. Namun, ketika perpisahan datang karena Intan harus melanjutkan mondok, semuanya berubah.
Farel memilih pergi bukan karena tak cinta, tapi karena takut kehilangan. Sementara Intan harus belajar melepaskan di antara doa dan rindu yang masih tersisa.
Bertahun-tahun kemudian, mereka kembali bertemu... tapi semuanya sudah berbeda.
Ini bukan kisah cinta sempurna, tapi kisah tentang tumbuh, belajar, dan mengikhlaskan.
Karena kadang, cinta yang tulus bukan tentang siapa yang tetap tinggal tapi siapa yang tetap mendoakan, meski sudah bukan siapa-siapa lagi.
All Rights Reserved