Tuhan, Aku Masih Belajar Bernapas

Tuhan, Aku Masih Belajar Bernapas

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 10, 2025
WpInfo
Fiction
Social Themes
Apa yang terjadi ketika ambisi terbesar seorang ilmuwan dan penulis harus berakhir menjadi keheningan kamar? Itulah yang dialami Alya. Di tengah gemuruh pencapaian teman seangkatannya, Alya terjebak dalam rasa malu yang mendalam. Janji-janji besarnya sebagai anak sulung gagal total, meninggalkan ia dengan satu ketakutan terbesar: kehilangan kemampuan berpikir dan keyakinan diri. Ia merasa Langit pun telah lelah mendengar keluhannya. Namun, di tengah isolasi, Alya memulai terapi pemulihan paling jujur. Ia menulis surat untuk dirinya yang penuh janji di masa lalu, ia berdialog dengan Tuhan hanya dengan tiga kata yang tulus, dan ia menemukan bahwa menulis adalah cara terbaiknya untuk menyalakan kembali cahaya dari dalam. Kisah tentang bagaimana Alya mengubah penolakan kerja menjadi kalimat syukur di jurnalnya, dan bagaimana obrolan singkat dengan orang asing mengubah perspektifnya. Ini adalah perjalanan untuk memahami bahwa masa-masa sulit bukanlah hukuman, melainkan "jeda dari Langit" yang diberikan agar kita bisa menemukan jalan pulang menuju diri kita yang paling murni. Novel ini adalah pelukan hangat bagi setiap jiwa yang merasa tersesat, mengingatkanmu bahwa yang terpenting bukanlah seberapa cepat langkahmu, melainkan seberapa jujur hatimu menuju-Nya.
All Rights Reserved
#112
doa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • Suami Pengganti [END]
  • Satu Detak Jantung Lagi
  • NAURA (Tepaksa Jadi Yang Ke Dua)
  • (Bukan) Suami Idaman
  • Unpredictable Husband (END)
  • Atharrazka 4: Abyzar
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • Z&Z ( Zayyan & Zayra ) [TERBIT]
  • Takdir Cinta Hana |Terbit|

"Bunda gak bisa mengambil keputusan kayak gitu!" Mata seorang gadis itu menatap Bundanya tajam. Dia paling tidak suka jika ada seseorang yang mengambil keputusan seenak jidat tanpa mendiskusikan kepada-nya. "Keputusan Bunda dan ayah sudah bulat Nak. Ini demi masa depan mu juga." ••••••••••••• Ambreyna Calista. Namanya nampak cantik begitu juga orangnya tapi sikapnya yang bar-bar membuat siapa saja akan sedikit takut. Saat umurnya menginjak 19 tahun selang 1 tahun dirinya Lulus dari SMA, dia dijodohkan oleh seorang Gus yang bahkan gadis itu tak kenal sama sekali. Apakah Dia akan menuruti setiap perkataan suaminya? Atau malah tidak peduli? "Maaf ya Gus, Stop ngatur-ngatur Saya. Urusi aja tuh santri-santrinya." Gus Adnan dan istri nakalnya ☘️ (Jika ada kata-kata yang tidak mengenakkan maaf ya saya mengetik dengan mengikuti apa yang keluar dari otak) (END) 📌 Jangan Plagiat cerita aku!! Ini murni dari pemikiran dan imajinasi aku!! Sana pergi kalo mau plagiat selagi aku masih mau memperingatkan!!! 📌 Minimal baca 2 bab, siapa tau ketagihan Sampek ending 💅🏻 📌 Vote dan komen kalo kalian suka 😍 kalo gak suka gak maksa!! ⚠️ 𝗮𝗱𝗮 𝗯𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗽𝗮 𝗮𝗱𝗲𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻, 𝗸𝗮𝘁𝗮-𝗸𝗮𝘁𝗮 𝗞𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗮𝗸𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines