Tuan Tampan (Hiatus)

Tuan Tampan (Hiatus)

  • WpView
    Reads 4,420
  • WpVote
    Votes 358
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ke- 4 Peringatan (Warning) Cerita ini mengandung unsur LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) Cerita ini sepenuhnya merupakan hasil fiksi dan imajinasi penulis, serta tidak dimaksudkan untuk melanggar atau menyinggung norma sosial maupun keyakinan tertentu. Harap bijak dalam membaca. Ada jarak yang tidak selalu diukur dengan langkah. Kadang ia hadir di antara dua orang yang berdiri di ruangan sama, menatap hal yang sama, namun memikirkan hal yang berbeda. Dia Revan, dunianya selalu tentang garis dan cahaya - bagaimana keduanya menciptakan ruang yang hidup dari hal yang diam. Ia tidak tahu sejak kapan pandangannya berhenti memandangi bentuk dan mulai memperhatikan seseorang. Seseorang yang nyaris tidak tersentuh, tapi jejak kehadirannya menempel di udara - tenang, namun menekan. Seorang Pria tampan, Arka Wiratama terbiasa dengan kesempurnaan. Ia memimpin, mengatur, menilai, memastikan setiap detail berada di tempatnya. Hingga suatu hari, sebuah karya sederhana milik mahasiswa muda itu mengusik ketenangannya - bukan karena hasilnya brilian, tapi karena ada kejujuran di dalamnya. Kejujuran yang selama ini hilang dari hidupnya sendiri.
All Rights Reserved
#399
visual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines