JARWO THE JUDGEMENT

JARWO THE JUDGEMENT

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 23, 2025
pertama...,saya akan menjelaskan bahwa alur cerita ini memang berat ,jadi jika tidak paham maka anda belum ber umur karena banyak kosa kata yang mengandung ilmiah teknologi dan penuh plot twist , Fajar Bagus Satrio, mahasiswa Teknik Informatika tingkat awal (Semester 1). Dikenal dengan julukan Jarwo, karena kebiasaannya yang eksentrik dan fokus intensif pada data. Ia mempertahankan penampilan khasnya: kantung mata tebal, rambut sedikit pirang acak-acakan tapi sudah ditumpuk pewarna rambut hitam, celana jins kebesaran, dan selalu membawa tas punggung berisi laptop, charger, serta persediaan kopi instan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Murid Sialan
  • Male lead Antagonist
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Transmigrasi Cepat: Teratai Putih Kembali Populer
  • Detektif Kriminal Negara Tahun 1990 (Part 1)
  • I Am In Novel?!!

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines