Silent Chains

Silent Chains

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dia duduk di sudut kamar yang redup, mata menatap kosong ke luar jendela. Hembusan angin malam seolah membawa bisikan-bisikan yang tak pernah dia mengerti sepenuhnya. Hatinya berat, penuh dengan beban yang tak terlihat, tapi terasa menjerat setiap napasnya. Suara hatinya sepi, tenggelam dalam kesunyian yang dia ciptakan sendiri. Setiap kata yang ingin diucapkan terkunci rapat, digantikan oleh rasa takut dan rasa bersalah yang menghimpit. Ia tahu, dia terikat oleh sesuatu yang lebih dari sekadar janji atau kata-kata manis-rantai yang merenggut kebebasan dan meremukkan jiwanya perlahan. Dan dalam keheningan itu, dia bertanya pada dirinya sendiri: sampai kapan ia harus tetap diam? . Aku tau, manusia, kadang seperti ruang hampa: terlihat utuh dari luar, tapi kosong di dalam - sunyi, tak bersuara, namun penuh gema luka yang tak terdengar
All Rights Reserved
#675
rahasia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)

BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAKAN FOLLOW UNTUK MEMBUKA. Dalam pikiran dan hati Laura hanya ada Leon. Laki-laki itu seolah sudah menjadi pusat dunianya. Semua orang tahu bagaimana kerasnya cara gadis itu selalu mengejar dan berusaha menarik perhatian Leon. Tetapi setelah malam itu, Laura tidak lagi mengejar dan berusaha mendapatkan perhatian Leon. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang itu sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian dan perasaan muak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines