Crush Message

Crush Message

  • WpView
    Reads 553
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 25, 2025
Raina tidak tahu kapan tepatnya perasaan itu mulai tumbuh. Mungkin saat kakaknya menyebut namanya untuk pertama kali-dengan segala kelebihan yang jarang ia dengar. Atau mungkin saat cerita-cerita kecil tentang sosok itu mulai memenuhi sore mereka di ruang tamu; tentang seseorang yang pintar, tenang, dan selalu terlihat berbeda di antara yang lain. Sejak itu, Raina mulai diam-diam mendengarkan setiap cerita dengan lebih saksama. Bukan hanya karena penasaran... tapi juga karena hatinya pelan-pelan terikat pada seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Ia tidak tahu wajahnya seperti apa. Tidak tahu bagaimana suaranya terdengar. Namun setiap detail yang kakaknya ucapkan terasa cukup untuk menumbuhkan bayangan-bayangan yang kemudian jadi tempat hatinya berlabuh. Kadang ia tertawa pada dirinya sendiri. Betapa anehnya jatuh cinta pada seseorang yang mungkin bahkan tidak tahu ia ada. Tapi di balik semua keraguan itu, ada sesuatu yang hangat dan nyata. Sebuah rasa yang tumbuh tanpa alasan, tanpa pertemuan... hanya lewat kata. Namun jauh di dalam dirinya, Raina tahu- cinta tidak akan pernah menemukan jalannya jika ia terus bersembunyi di balik sunyi. Dan untuk pertama kalinya, ia bertanya pada dirinya sendiri: "Apakah ia harus melewati dinding dirinya sendiri untuk bisa mendekati rasa itu?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Story Of Janeta 2
  • Play Hard, Love Harder
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • STRANDED

"Dirga lupa semuanya Jane." Janeta, ia hanya ingin menjalani hidupnya diumur dua puluh dua ini dengan damai, dan tak menyesali apapun yang terlewat dalam hidupnya. Walaupun telinganya tak bisa menghindari teriakan orang sekitarnya yang berteriak bahwa ia bodoh! Ia bodoh telah meninggalkan Dirga dulu. Marcello- maksudnya Dirgantara Marcello, bukanlah orang biasa, ia musisi besar. Sangat besar, si musisi kelas A yang arogan, dan bajingan itu sudah mengawali karirnya hampir lima tahun ini, ia juga seorang writter lagu, dan produser. Namun sayangnya, Marcello itu pecandu. Otak, hidup, dan tubuhnya rusak. Dan gadis itu, tak menyangka inilah titik balik dimana ia harus terlibat lagi dengan laki-laki itu. Dirga. Ia lupa segalanya, lupa dirinya siapa, dan untuk apa dirinya hidup. Laki-laki itu tak tau apakah dirinya ingin hidup sebagai Marcello atau Dirga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines