Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Tuhan, aku ingin percaya

Tuhan, aku ingin percaya

  • WpView
    Leituras 64
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, out 10, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Tuhan, aku ingin percaya *** Darma, siswa kelas 10 yang dikenal cerdas, ramah, dan disukai banyak orang. Namun di balik tawa dan prestasinya, tersembunyi hati yang rapuh - diliputi kebingungan, kesepian, dan pertanyaan yang tak pernah terjawab: Apakah Tuhan benar-benar ada? Setiap hari, Darma menjalani hidup dengan senyum palsu, menyembunyikan luka dari rumah yang retak, teman yang mengkhianati, dan dunia yang terasa semakin asing. Namun segalanya mulai berubah ketika Darma dikelilingi oleh teman-teman barunya. Lewat hari-hari yang penuh percakapan ringan, pertemuan tak terduga, dan kenangan masa lalu yang perlahan terungkap, Darma mulai memahami bahwa terkadang Tuhan tidak menjawab lewat suara, tapi lewat diam yang menyentuh hati. Sebuah kisah tentang rasa percaya, kehilangan, dan pencarian makna hidup di antara senja dan kesunyian. Apakah Darma akan menemukan kembali cahaya... atau justru tenggelam dalam keraguan yang ia ciptakan sendiri? *** Start : 09 Oktober 2025 Finish : -
Todos os Direitos Reservados
#707
melankolis
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo