KORIDOR SAYAP TIMUR

KORIDOR SAYAP TIMUR

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 24, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Tiga kali lonceng berbunyi di tengah malam. Suara besinya menggema pelan dari arah sayap timur sekolah - gedung tua yang sudah lama dikunci, katanya. Tidak ada yang seharusnya ada di sana. Tapi malam itu, ada seseorang yang menyalakan lampu. Cahaya redup menembus jendela berdebu, memperlihatkan siluet seseorang berdiri di antara meja-meja rusak. Di hadapannya tergantung foto hitam putih siswa-siswa yang pernah bersekolah di sini, sebagian sudah menguning, sebagian... ada bekas goresan merah di wajah mereka. Angin berdesir, membawa bisikan samar. "Nama berikutnya... sudah dipilih." Seseorang tertawa pelan dari ujung koridor - suara lelaki muda, tapi terdengar hampa. Langkah kaki pelan terdengar mendekat, lalu berhenti tepat di depan pintu ruang asrama yang bernomor 210. Dan ketika pintu itu berderit terbuka, tidak ada siapa pun di baliknya. Hanya udara dingin, dan bayangan samar yang tersenyum ke arah tempat tidur kosong.
All Rights Reserved
#9
leehan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow in the Lab
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant [END]
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Hello, Mr. Mafia!
  • SHEA SANG FIGURAN
  • My Perfect Model ( Republish )

Sebagai anak magang di laboratorium penelitian mutakhir, Selene tahu pekerjaannya tidak akan mudah. Tapi dia tidak pernah menyangka harus berhadapan dengan Axel-vampir berbahaya yang dikurung dengan rantai berat, tatapannya tajam dan penuh kejengkelan. "Nah, manusia lain." Suaranya datar sebelum dia memutar mata, seolah keberadaan Selene hanyalah gangguan kecil dalam hari-harinya yang panjang. Ilmuwan disini ingin memahami kekuatannya, mengungkap misteri yang membuatnya berbeda. Tapi Selene? Dia hanya ingin menemukan cara agar bisa bertahan... dan mungkin, mendekatinya tanpa menjadi target berikutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines