My First Book [Introduction]

My First Book [Introduction]

  • WpView
    LECTURES 39
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadTerminé sam., oct. 11, 2025
WpInfo
Histoires vraies
I'm just trying to make this hehe ✌🏻
Tous Droits Réservés
#131
ejenali
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • TAKHTA TANPA JIWA
  • Aya dan Pak Dosen Galak!
  • Family sex!?
  • mela · ˖𖧧
  • {WN} Shadow Slave III
  • LEONATHAN (𝙗𝙤𝙮𝙥𝙪𝙨𝙨𝙮 End)
  • MY GHOST ✔️  [Full 21++] Pdf
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • Papa and Four Twin || 𝙽𝚌𝚝⁰⁰

Yogyakarta, 2005. Di usia 29 tahun, Raden Mas Hanggar Arisya merasa hidupnya bukan lagi miliknya. Sebagai pewaris takhta, ia terjepit di antara dua dunia: kecintaannya pada kebebasan modern bersama Alysia Verbeke, kekasihnya yang berjiwa liberal, dan tuntutan kolot para sesepuh keraton. Bagi keraton, Alysia adalah ancaman. Wanita keturunan pahlawan-Belanda itu dianggap terlalu liar dan tidak akan sudi tunduk pada protokol paugeran yang kaku. Paman Hanggar, KGP Joyodiningrat, memberi ultimatum: Hanggar harus segera naik takhta demi stabilitas, namun syarat utamanya adalah menikahi Sekar Ayu, gadis ningrat yang dianggap "sempurna" karena kepatuhannya. Hanggar membenci rencana itu. Baginya, Sekar hanyalah wanita yang "dijual" oleh keluarganya demi posisi politik. Namun, ancaman kudeta internal dan kesehatan ayahnya yang kian memburuk memaksanya menyerah. Ia terpaksa melepas Alysia dan menikahi Sekar dalam sebuah upacara megah namun hampa. Maka dimulailah kehidupan Hanggar di dalam istana sebagai penguasa baru yang dingin. Ia memakai mahkota emas, namun batinnya mati. Ia berbagi ranjang dengan Sekar, namun tak pernah berbagi hati. Inilah awal dari Takhta Tanpa Jiwa, sebuah kisah tentang kekuasaan yang dibangun di atas reruntuhan cinta dan harga diri yang dikorbankan demi tradisi.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu