Ansley dituduh menusuk ayahnya hingga koma, padahal ia tidak bersalah.
Semua bermula ketika ibunya, Estelle, masuk ke kamar dan melihat Ansley memegang pisau yang sudah tertancap tepat di samping jantung suaminya. Estelle yang terlanjur marah langsung menghubungi polisi untuk memenjarakan putrinya. Padahal, Ansley sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.
Dalang dari semua ini adalah Damian. Ia menyuruh anak buahnya untuk menusuk ayah Ansley. Namun, Damian datang di saat yang tidak tepat dan melihat Ansley memegang pisau yang sudah menancap di tubuh ayahnya. Awalnya, ia juga mengira Ansley adalah pelakunya. Tetapi, melihat raut kebingungan di wajah Ansley, ia sadar bahwa gadis itu adalah korban.
Damian tahu siapa yang sebenarnya menusuk ayah Ansley, tetapi ia memilih untuk diam. Ia membiarkan Ansley mencari tahu sendiri siapa pelaku sebenarnya.
Damian memang memiliki dendam terhadap Ansley, tetapi bukan berarti ia membenci gadis itu. Ia hanya ingin memberi sedikit pelajaran kepada orang yang berani menolak cintanya.
Dirinya takut jika untuk kedua kalinya ia mati..
"Berhubung lo udah sadar, sekarang cepet kerjain tugas lo!". Chana menggeleng cepat, tidak ingin melakukan apapun yang pernah dilakukan oleh pemilik tubuh ini yang dulu!
Sargas mengangguk, bibirnya membentuk senyum sinis yang kentara. "Oke kalau gitu berarti lo emang udah siap video lo pas gerak di atas gue di liat semua orang"
Anj-
Chana melotot, menatap garang pada Sargas yang malah menunjukkan ekspresi penuh kemenangannya.
Dirinya menatap lelaki itu dengan pandangan memohon, "A-aku bakalan gantiin uang yang udah kamu kasih". Chana menatap mantap pada Sargas, ia akan mengganti uang lelaki itu, jadi impas kan?
Sargas tertawa sinis. " Emang lo mampu?"
Warning!
Don't repost my story.
Yang COPY PASTE/PLAGIAT kena denda 100 juta.
Cari ide itu gak gampang!
Thank you.