Sparks Between Circuits and Colors [END]

Sparks Between Circuits and Colors [END]

  • WpView
    Reads 4,469
  • WpVote
    Votes 894
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 6, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di semester akhir yang penuh tekanan, empat mahasiswa dengan dunia yang berbeda tanpa sengaja saling terhubung. Helgar, mahasiswa Teknik Elektro yang dikenal tegas dan rasional, hanya ingin fokus menyelesaikan tugas akhirnya. Tapi ketenangannya terusik sejak Karel-mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang berisik, impulsif, dan haus perhatian mulai sering muncul di hadapannya. Di sisi lain, Jovan dan Lethan, dua sahabat yang dulu lebih dari sekadar teman, dipertemukan kembali setelah lama menjauh. Hubungan mereka yang sempat retak perlahan membuka luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Antara logika dan perasaan, warna dan sirkuit, keempatnya belajar bahwa koneksi paling rumit bukanlah yang diciptakan oleh sistem, melainkan oleh hati manusia sendiri.
All Rights Reserved
#19
d4
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines