Dawnseed: Regenerating Earth Begins with Decoding Mars

Dawnseed: Regenerating Earth Begins with Decoding Mars

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2026
Satu-satunya cara menyelamatkan Bumi adalah dengan mendekode Mars. Thalia tahu ini adalah misi bunuh diri. Mencuri suku cadang dari zona terlarang, membajak kapal kargo tua Argus-01, dan menembus atmosfer beracun Bumi tanpa jaminan bisa kembali. Namun, koordinat itu terus berkedip di monitornya: Mars, Fasilitas Dawnseed yang Dinonaktifkan. Di sana, di tengah sunyinya planet merah, Asher-subjek eksperimen dengan imunitas radiasi-menunggu dalam tidur panjangnya selama 80 tahun. Ia bukan sekadar manusia; ia adalah perpustakaan biologi terakhir. Thalia membawa Data Akar (Eden A). Asher memegang Data Daun (Eden B). Jika mereka gagal bertemu, Bumi akan benar-benar berhenti bernapas. Dawnseed: Sebuah saga fiksi ilmiah tentang pengorbanan, penemuan, dan misi yang jauh lebih rumit daripada sekadar kembali ke rumah
All Rights Reserved
#22
earth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • desa kawitan [END]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Secret Relationship
  • ELION (bl)
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELIAN
  • LINTANG PANJER WENGI END

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines