27 partes Continúa Ada ruang yang tidak pernah benar-benar gelap,
karena yang mengisinya bukan ketiadaan cahaya,
melainkan kenangan yang tidak pernah pergi.
Di sanalah aku tumbuh.
Di ruang yang sepi.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak semua luka meninggalkan bekas di tubuh.
Sebagian tumbuh diam-diam, mengajarkan seseorang untuk mengecil, untuk diam, untuk bertahan tanpa suara.
Aylin tumbuh di rumah yang tidak pernah benar-benar aman. Di balik pintu yang dikunci dari luar, ia belajar bahwa gelap bukan sekadar ketiadaan cahaya, melainkan ketakutan yang diwariskan. Ketika akhirnya ia diselamatkan dan dibawa ke kehidupan baru, luka itu tidak ikut pergi. Ia hanya berubah bentuk.
Anan hadir sebagai satu-satunya laki-laki yang tidak menakutkan. Penyelamat di masa kecil, teman di masa remaja, dan bayangan yang tak pernah benar-benar hilang ketika jarak memisahkan mereka. Bagi Aylin, Anan adalah ruang aman.
Bagi Anan, Aylin hanyalah tanggung jawab dan rasa iba. Setidaknya, itu yang selalu ia yakini.
Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Aylin yang lebih dewasa, dengan luka yang masih setia. Anan yang masih menyangkal apa yang tumbuh diam-diam di dadanya.
Ruang Sepi adalah kisah tentang trauma yang tidak bisa disembuhkan oleh cinta, tentang jarak yang memaksa dua orang bertumbuh, dan tentang keberanian memilih mencintai bukan karena membutuhkan, tetapi karena menginginkan.
Karena tidak semua ruang yang sepi harus ditinggalkan.
Sebagian hanya menunggu untuk dipahami.