Raindrops

Raindrops

  • WpView
    Reads 3,995
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 25, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"Terkadang, lo harus hidup seperti hujan. Bebas. Nggak tau mau dibawa kemana, yang jelas, mereka percaya sama awan yang menjatuhkan mereka." - Zelena Tiara "Gue udah menunggu lo dengan sabar dalam waktu yang lama. Maaf kalo gue pergi. Selama ini gue selalu ngikutin hati gue, dan hati gue nggak ngebawa gue kemana-mana. Mungkin ini saatnya gue ngikutin otak gue." - Alice Regen Bagi Alice, 7 hari bukanlah waktu yang lama untuk membuatnya jatuh cinta pada Ian. Bagi Ray, 5 langkah bukanlah masalah besar. Bagi Ian, 3 menit yang dihabiskannya tidak akan mengubah apapun. Namun mereka salah.
All Rights Reserved
#31
betrayed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Lingga [SELESAI]
  • Yang Dicari
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Kapasitas Semesta
  • I Hate Rain
  • Resiko
  • JUST SHOULDER ✔
  • The First, Not the Last
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines