Setelah Semua Pergi

Setelah Semua Pergi

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 11, 2025
"Kadang, yang paling menyakitkan bukan perpisahan..Tapi kenyataan bahwa kita masih saling ingat, tanpa pernah bisa kembali. " Mereka pernah dekat. Pernah tertawa di tempat yang sama, berbagi mimpi di bawah langit yang sama, dan saling diam dalam rasa yang tak sempat terucap. Liana dan Faiz - dua sahabat yang dipertemukan oleh kebetulan, tapi dipisahkan oleh keadaan. Saling menyimpan rasa, namun memilih diam karena takut kehilangan. Hingga akhirnya, waktu membawa mereka ke arah yang berbeda. Satu tahun berlalu. Kini mereka hanya dua orang asing yang pernah punya cerita. Tak ada lagi pesan singkat, tak ada lagi tawa kecil, hanya kenangan yang perlahan memudar. Namun, apa jadinya ketika dua hati yang dulu saling mengenal itu kembali dipertemukan - tapi bukan untuk bersama, melainkan untuk menyadari bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan hanya untuk dikenang, bukan dimiliki? Setelah Semua Pergi adalah kisah tentang kehilangan yang lembut, perasaan yang tertahan, dan cinta pertama yang tak pernah benar-benar selesai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines