Invisible Tears

Invisible Tears

  • WpView
    Reads 677
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2015
Ketika diluar kamu tak menangis, belum tentu hatimu tidak menangis. Elizabeth Fujiwara merupakan seorang mahasiswa di Sydney, Australia. Karena dia seorang model, dia sering pergi kesana-sini untuk acara pemotretan. Suatu hari, saat pemotretan di Bali, Indonesia, dia bertemu dengan seorang teman lama. Teman lama yang... penuh dengan kenangan. Yang membuatnya menangis dalam hati diam diam. Christopher Tanaka merupakan seorang fotografer yang kedepannya akan menjadi fotografer tetap bagi nya. Apa yang akan terjadi? Akankah kesalahan masa lalu itu terulang? Mungkinkah Elizabeth menangis secara diam-diam lagi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Lemari Florania
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Nothing Like Us || KookV ✔
  • bond Without Love 💜 [END]
  • Halaman Hidupku
  • Erlangga
  • Immolation ✔
  • Stolen Before Fallen

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines