Hujan Kala Itu

Hujan Kala Itu

  • WpView
    LẦN ĐỌC 2
  • WpVote
    Lượt bình chọn 0
  • WpPart
    Chương 1
WpMetadataReadĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối Thứ 7, thg 10 11, 2025
WpInfo
Hư cấu
Lãng mạn
Setelah satu tahun yang panjang dan sunyi, Rinai Amaya Lestari akhirnya menapaki halaman sekolah yang kembali hidup. Gerimis tipis menetes di atap, menyelimuti lorong-lorong dengan aroma tanah basah yang menenangkan. Celengan rindu yang selama ini terkumpul menjadi saksi bisu jarak, tawa, dan cerita yang hanya bisa mereka bagikan melalui layar. Bersama sahabat-sahabatnya - Nayara, Nadhira, dan Aruna - Rinai menyusuri koridor yang lama sepi itu. Suasana manis dan menggetarkan hati bercampur menjadi satu; setiap langkah seakan menyimpan kenangan yang tak terlupakan. Di antara senyum dan tawa sahabatnya, Rinai mulai merasakan hadirnya seseorang yang berbeda. Sosok itu, Reyhan Elric Samudra, memikat perhatian tanpa sengaja, membuat hatinya berdetak lebih cepat dan pikirannya penuh rasa ingin tahu. Hujan yang jatuh di luar jendela menambah getaran di udara, seolah ikut membisikkan misteri yang belum terungkap. Rinai merasa ada sesuatu yang menarik, sebuah perasaan baru yang perlahan muncul di antara gerimis, aroma tanah basah, dan riuh renyah tawa teman-temannya. Sebuah kisah SMA yang manis, hangat, dan penuh rasa penasaran menunggu untuk diungkap, di mana setiap detik di sekolah bisa menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga.
Bảo Lưu Mọi Quyền
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn