cinta [ On Going ]

cinta [ On Going ]

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
> *"Tidak semua cinta harus dimiliki. Kadang, cukup dirasakan dalam diam."* Ragnar bukan tipe cowok yang mudah mengekspresikan perasaan. Pendiam, sederhana, dan sering dianggap tak terlihat di antara keramaian sekolah. Namun, di balik tatapan sunyinya, ia menyimpan sesuatu yang dalam-perasaan yang tumbuh sejak pertama kali melihat **Raina**, gadis ceria yang selalu memandang dunia dengan senyum. Sayangnya, cinta itu tak pernah berbalas. Raina sudah memiliki seseorang di hatinya - **Raka**, siswa populer, pintar, dan penuh percaya diri. Mereka terlihat sempurna bersama, membuat Ragnar hanya bisa menatap dari kejauhan, menelan luka dalam diam, sambil berharap waktu bisa membalik keadaan. Tapi hidup tak semudah itu. Karena di sisi lain, ada **Naya**, sahabat Ragnar yang selalu ada di saat ia jatuh. Naya tahu Ragnar mencintai orang lain, tapi ia tetap bertahan di sisinya, berharap suatu hari Ragnar akan menoleh - dan menyadari bahwa ada cinta lain yang juga bertepuk sebelah tangan. Cinta ini bukan sekadar kisah remaja biasa. Ini tentang diam yang menyakitkan, tentang rasa yang tak terbalas, dan tentang belajar melepaskan seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar dimiliki.
All Rights Reserved
#7
puisiterindah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Mas Bupati
  • Under The Authority Of Senopati
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Clause of Us
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Night Calls

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines