Semua bermula saat Ayra masih merasakan euforia jadi mahasiswa baru di semester satu. Sebelum itu, kehidupan Ayra sangatlah tabu dalam urusan romansa. Hidupnya hanya berputar pada lingkaran pertemanan, hangout, dan kegiatan menyenangkan lainnya. Dia tidak pernah pacaran sama sekali dalam hidupnya.
Lalu, datanglah Alfi, senior dari Fakultas Teknik. Alfi yang cerdas, berwibawa, dan sedikit misterius khas anak teknik, berhasil memikat perhatian Ayra yang baru mengenal dunia kampus.
Bagi Ayra yang nol pengalaman, Alfi adalah segalanya, sosok yang memperkenalkan Ayra pada getaran pertama, kecemburuan pertama, hingga janji-janji pertama.
Namun, first experience itu berakhir pahit dan singkat. Alfi menghilang, pergi begitu saja tanpa kejelasan, layaknya sebuah proyek yang ditinggalkan di tengah jalan. Ayra yang baru pertama kali merasakan patah hati, harus memunguti kepingan dirinya sendiri.
Tiga tahun berlalu, luka itu belum benar-benar sembuh. Ayra sudah berusaha keras melupakan, menata hidup kembali, dan berdamai dengan masa lalu. Tapi takdir, dengan caranya yang kejam, justru mempertemukannya kembali dengan sosok yang pernah ia cintai.
Kini, Alfi datang lagi, membawa tatapan yang sama, senyum yang sama, tapi niat yang tak Ayra pahami.
Apakah pertemuan ini pertanda bahwa mereka masih memiliki cerita yang belum selesai?
Atau justru sebuah pengingat, bahwa beberapa orang hanya ditakdirkan untuk saling menghancurkan, bukan untuk bersama?
Kania Sekar Melati gadis berusia 20 tahun itu harus putus kuliah, dan bekerja di sebuah rumah mewah milik duda kaya beranak satu yang bernama Bagas Adipati Wiratmodjo. Keputusan itu dilakukan tanpa sepengetahuan keluarganya.
Sampai ketika akhirnya ia mendapati situasi yang mendesaknya. Ia di hadapkan dengan tawaran yang membuatnya tak bisa berpikir banyak.
Akhirnya ia memutuskan hal yang tak pernah ia bayangkan ketika harus menerima tawaran untuk menjual dirinya pada Bagas Adipati Wiratmodjo.