"Epilog" | For the "Beginning"

"Epilog" | For the "Beginning"

  • WpView
    Reads 178
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 23, 2025
"Diamlah." "Sudah kubilang ini bukan salahku." "Memangnya apa yang akan terjadi?" [Dunia akan hancur dalam ■■ menit dari sekarang. Segera lakukan Evakuasi.] "KAU YANG HARUS MENGHENTIKANNYA." "DIAM ITU MENJIJIKAN!" "Om yang bener aja?" "Scylllll." ────────────────────── Garis waktu yang menentukan takdir, tiada yang bisa lepas dari hal yang sudah tuntas. bencana itu kini merampas hakikat yang telah sampai pada akhirnya. Kehancurannya telah di mulai saat seseorang memutus kehidupannya. Original Story by : And Pi Konstanta
All Rights Reserved
#173
originalstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MavrelRaia
  • Destiny [Nakamoto Yuta]
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sehoby Itu Indah(END)
  • Just Like Yesterday🍁
  • Lightness
  • HappiestGirl
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • VIOS

Tentang dua nama besar yang lahir di puncak dunia, Amatheia Raia Teriaz dan Mavrel Nathaniel Atmadja. Selalu berada dalam lingkaran yang sama, dikelilingi pengaruh, kekuasaan, dan hal-hal yang tak bisa dibeli orang biasa. Bukan tentang cinta. Bukan sekadar ambisi. Ini tentang mereka dan dunia yang terus berputar mengelilingi nama mereka. Dua garis keturunan. Dua simbol kekuasaan. Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling jatuh hati, namun dunia selalu menoleh, setiap kali mereka saling memandang. "Raia Teriaz dan Mavrel Atmadja," ujar Luzy pelan, matanya mengikuti dua siluet yang melangkah dari parkiran timur. "Satu aja bisa bikin ruangan diam. Sekarang bayangin dua-duanya datang bareng. Itu bukan sekadar power couple. Itu sejarah... sedang berjalan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines