Di sebuah kantor kecil bernama WiraKarya, sekelompok penulis jenius dengan kepala nyaris korslet mencoba bertahan hidup di dunia sastra dan kehidupan itu sendiri.
Ada Raka Azaria, sastrawan pesimistis yang percaya puisinya dikutuk karena tak pernah laku; Tia Santika, penulis cerpen yang penuh ide aneh dan senang menjahili rekan kerja; Arkana Saputra, novelis murung yang menjadikan setiap hari sebagai eksperimen untuk "mati dengan gaya"; Alehendra Mahardika, sosok paling waras sekaligus paling lelah karena harus jadi "ayah" bagi semua kekacauan itu; dan Oktaviano Giorgio, bos sekaligus ilmuwan nyentrik yang lebih sering meledakkan ruangan kantor ketimbang membayar listrik tepat waktu.
Ketika Meyda Ranasani, mahasiswi magang yang penuh semangat datang ke WiraKarya, ia tak menyangka dunia sastra bisa seabsurd ini. Ia ingin belajar menulis, tapi malah belajar bagaimana bertahan di antara puing-puing eksperimen gagal Oktaviano dan argumen filosofis tentang "makna dari gagal" yang tak pernah berujung.
Namun, di balik semua kekonyolan itu, Meyda perlahan menyadari sesuatu - bahwa di tempat paling berantakan pun, ada orang-orang yang tulus berjuang menulis makna dari hidupnya sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang