Sebatas Aruna

Sebatas Aruna

  • WpView
    MGA BUMASA 265
  • WpVote
    Mga Boto 29
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Dec 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Aruna Larasati, gue gak pernah liat lo selama dua tahun sekolah di sini. Tapi kayanya lo ngeliatin gue mulu ya?" Aruna mundur ketika Pram terus melangkah maju ke arahnya. Mereka semakin dekat hingga Aruna terpojokkan di tembok. "Tapi pantes sih. Lo gak cantik-cantik amat, gak seksi juga, dan keliatan banget cupunya," ujar Pram sembari menarik kacamata Aruna dan menatap matanya dari dekat. "Lo membuat gue terusik." -Aruna si murid yang tidak pernah terlihat di sekolah harus berurusan dengan playboy sekolah yang katanya super tampan itu karena suatu kebetulan, yaitu Pram. Pram terus saja hadir di hari-hari Aruna secara diam-diam hingga membuat mereka berteman. Mereka berbagi cerita, tempat, dan perasaan di atas gedung sekolah ketika senggang. Hanya mereka yang tahu. Hanya mereka berdua.
All Rights Reserved
#310
goodboy
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman